Cara memotret makanan supaya AI menghitung kalorinya lebih tepat
Diperbarui 14 Oktober 2026 · Tim Pantau Kalori
Jawaban singkat
Foto sebelum mulai makan, dari atas atau sedikit miring, dengan seluruh piring masuk bingkai dan cahaya cukup. Pisahkan minuman, tunjukkan lauk yang tertutup nasi, lalu periksa hasilnya: AI memperkirakan, kamu yang memastikan.
- Foto sebelum makan. Piring yang sudah setengah habis sulit ditaksir porsinya.
- Masukkan seluruh piring ke dalam bingkai, dari atas atau sudut sekitar 45 derajat.
- Cari cahaya yang cukup. Foto gelap membuat kuah dan sambal sulit dibedakan.
- Geser lauk yang tertutup nasi supaya terlihat. Yang tidak terlihat tidak bisa dihitung.
- Foto minuman sebelum diminum, terpisah dari piring kalau bisa.
- Sebutkan yang tidak terlihat: minyak, gula di kopi, atau nasi tambah bisa ditambahkan manual.
- Periksa hasilnya. Ketuk “Bukan ini?” kalau AI salah tebak, atau ubah porsinya.
Perkiraan dari foto tidak akan sepresisi timbangan, terutama untuk minyak yang terserap. Tujuannya konsisten: kalau caramu memotret dan mencatat sama setiap hari, perbandingan antar hari tetap bermakna.
Hitung otomatis dari foto
Pantau Kalori memperkirakan kalori per komponen dari foto piringmu.
Angka kalori dihitung dari Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), Kementerian Kesehatan RI. Porsi bertanda perkiraan adalah perkiraan berat kami. Bukan merupakan dukungan atau kerja sama dengan Kemenkes. Pantau Kalori adalah alat pencatat, bukan alat medis. Cara kami menghitung.
